INFO TERBARU: Design baru nih ! Ayo kirim saran dan kritik di blog kami
1
Vote Up
Vote Down
Sarjan Tahir Ditahan, SBY Minta Jeruk Busuk Dibuang

Sarjan Tahir Ditahan, SBY Minta Jeruk Busuk Dibuang

Penahanan anggota Komisi IV DPR Sarjan Tahir oleh KPK berpotensi memperburuk nama Partai Demokrat (PD). Pendiri PD yang juga Presiden RI, SBY, meminta agar kader tersebut dikeluarkan jika terbukti menyimpang. Pernyataan SBY itu disampaikan Wakil Ketua Umum PD Ahmad Mubarok di sela-sela acara peluncuran buku ‘Restorasi Indonesia’ di Balai Kartini, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (5/5). “Ya beliau pasti sudah tahu. Pak Presiden sejak dulu mengatakan kalau ada jeruk 1 yang busuk, jangan dibiarkan. Buanglah jeruk yang busuk itu supaya tidak merusak jeruk-jeruk yang lain,” ujar Mubarok. Sarjan ditahan KPK Jumat 2 Mei 2008 malam atas dugaan kasus suap pengalihan hutan bakau menjadi Pelabuhan Tanjung Api-api, Banyuasin, Sumatera Selatan. Sarjan dititipkan di rutan Polres Jakarta Utara. Sarjan Ditahan, PD Lebih Awas Pilih Caleg Setelah anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Pertai Demokrat (FPD) Sarjan Tahir ditahan KPK atas dugaan kasus suap pengalihan hutan bakau, PD lebih awas. PD berjanji selektif menjaring calon legislatif (caleg). “Ya nanti kita akan lebih teliti. Dulu sebagai partai baru dari 446 yang dibutuhkan sebagai caleg, kita hanya punya 167 caleg. Sehingga yang lain ya kita minta gabung aja,” ujar Wakil Ketua Umum PD Ahmad Mubarok. Hal itu disampaikan Mubarok di sela-sela peluncuran buku ‘Restorasi Indonesia’ karangan Sukardi Rinakit dan Addie Masardi di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (5/5). Sedangkan sanksi untuk Sarjan, Mubarok mengatakan belum bisa diputuskan sebelum ada kepastian dari KPK kalau Sarjan terbukti bersalah. “Sekarang belum ada keputusan, sanksinya apa. Partai membela tapi bukan membela kesalahannya,” kata dia. Jika terbukti bersalah, Mubarok memastikan akan memberi sanksi pada kadernya itu. “Kalau sanksi itu pasti. Karena kita punya standar. Siapa pun yang kena masalah kriminal akan kita ambil tindakan. Seperti dalam kasus Aziddin (kasus calo haji),” tutur Mubarok.
Berita - Politik / hariansib.com / Dimasukkan 199 hari 3 jam 43 menit lalu

Komentar Anda

Saat ini ada 0 komentar

Anda harus login atau register dulu sebelum pasang komentar

Pemilih

axioo