Presiden SBY memberi sambutan pada Milad (HUT) Ke-10 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin. Ikut hadir di kursi barisan depan mimbar kehormatan; Wiranto, Akbar Tandjung, Sutiyoso dan pimpinan teras PKS. Pada kesempatan tersebut Presiden menyinggung soal polemik kenaikan harga BBM bersubsidi.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya angkat bicara soal polemik kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Presiden menegaskan, kenaikan harga BBM merupakan pilihan terakhir. ”Tadi disebut APBN kita mengalami pukulan berat karena subsidi memang melonjak tajam. Kita terus berikhtiar mencari solusi.
Menaikkan harga BBM adalah cara terakhir bila tidak ada cara lain,”ujar Presiden saat memberikan sambutan pada Milad Ke-10 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta,kemarin. Presiden menjelaskan, pemerintah sampai saat ini masih terus mencari solusi lain dan tidak berpikir terlalu cepat menaikkan BBM.Pemerintah akan menjalankan terlebih dulu program diversifikasi minyak tanah ke elpiji, pembatasan volume BBM, serta mencegah terjadinya pemborosan energi.
Terkait krisis energi dan pangan, Presiden SBY menyerukan agar masyarakat yang mampu membantu yang miskin. Sedangkan pihak-pihak yang mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga minyak diminta untuk membantu negara. ”Dengan demikian, tidak menjadi makmur sendiri-sendiri,” ujar Presiden SBY. Dalam kesempatan yang sama, PKS berharap pemerintah tidak terburu-buru menaikkan harga BBM bersubsidi.
Menurut Presiden PKS Tifatul Sembiring, pemerintah harus mengambil langkah-langkah lain selain menaikkan harga BBM. ”Dengan melambungnya harga pangan dunia tentu akan menjadi dilema manakala pemerintah menaikkan harga BBM. Hal itu akan berakibat semakin beratnya beban hidup masyarakat karena harga-harga sekarang saja sudah tinggi dan sulit dijangkau,”ujarnya.
Berita - Politik / www.seputar-indonesia.com /
Dimasukkan 200 hari 5 jam 54 menit lalu