Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memastikan pemerintah segera menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu dekat. Saat ini, menurut Kepala Negara, tahapan pembahasannya bukan lagi menaikkan atau tidak harga BBM, tetapi pembahasannya mengenai besaran kenaikan BBM tersebut. Selain itu juga dibahas apa saja instrumen yang menyertainya agar tidak timbul gejolak di masyarakat seperti beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Presiden langsung memimpin rapat kabinet terbatas yang dihadiri Wapres Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Boediono, Meneg ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan sejumlah menteri terkait. Mereka membahas tiga opsi rencana kenaikan harga BBM yaitu langkah penghematan, kenaikan terbatas beberapa harga BBM bersubsidi dan kompensasi untuk rakyat. Oleh karena itulah, tahapan saat ini bukan lagi naik atau tidak naik. 'Tetapi kalau naik berapa? Komoditasnya apa saja? Kemudian instrumen yang menyertai itu apa saja?' kata Presiden Yudhoyono saat menjamu pimpinan dan komunitas media massa di Istana Negara Jakarta, Senin (5/5) kemarin.
Presiden menjelaskan, pemerintah perlu menyiapkan perangkat terkait makin melonjaknya harga minyak dunia. Untuk itu, pemerintah berharap dapat segera memberikan keputusan tidak terlalu lama sehingga dapat memberikan jaminan kepada pasar. Mudah-mudahan tidak terlalu lama sehingga market bisa kita berikan inssurance (jaminan) bahwa policy is correct, timing is also correct. 'Tidak hanya menaikkan itu, tetapi bagaimana menjalankan instrumen untuk mengurangi beban,' katanya.
Kebijakan menaikkan harga BBM, diakui Presiden Yudhoyono, selalu ada risiko baik politik, sosial dan keamanan. Pengalaman pemerintah menaikkan BBM pada tahun 2005 lalu, memerlukan waktu dua hingga tiga minggu untuk membuat keputusan dan menyiapkan perangkat pendukungnya. Selalu ada dampaknya baik politik, sosial maupun keamanan. Tetapi pemerintah berharap semua dapat berjalan dengan baik. 'Saya berharap keputusan yang tidak mudah ini bisa dirahmati dan bisa membawa solusi terhadap bangsa dan negara,' ujarnya.
Untuk itu, kepada pimpinan media massa, Presiden Yudhoyono berpesan agar menjelaskan kepada masyarakat secara benar sehingga masyarakat dapat lebih jernih melihat persoalan yang dihadapi pemerintah dan mengapa pemerintah mengambil keputusan menaikkan harga BBM. 'Harapan kita dapat dimengerti oleh masyarakat. Selalu ada risiko, selalu ada mis understanding, ada fator X. Tetapi insya Allah kalau menjadi pilihan terbaik untuk sebuah kepentingan besar, risiko itu tentu harus saya ambil, harus diambil pemerintah,' tegasnya.