INFO TERBARU: Design baru nih ! Ayo kirim saran dan kritik di blog kami
1
Vote Up
Vote Down
Pertamina  Antisipasi 'Rush' BBM

Pertamina Antisipasi 'Rush' BBM

PT Pertamina (Persero) menyiapkan empat langkah antisipasi menghadapi rush bahan bakar minyak (BBM) menjelang kenaikan harga akhir Mei mendatang. Saat ini, ketahanan stok BBM nasional antara 14,5 hari hingga 23,8 hari. 'Pertamina telah mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya rush pembelian BBM yang diakibatkan banyaknya masyarakat yang membeli BBM di atas kebutuhan normal,' ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal kepada wartawan di Jakarta, Jumat (16/5) kemarin. Langkah yang dilakukan, pertama, menetapkan penjualan BBM di SPBU berdasarkan volume rata-rata penjualan enam bulan sebelumnya. Kedua, melarang SPBU menjual BBM dengan jeriken, kecuali untuk usaha kecil yang telah mendapat izin dari instansi terkait. Ketiga, membatasi penjualan BBM di SPBU kepada semua kendaraan bermotor dan sepeda motornya, khususnya di daerah yang rawan penyalahgunaaan. Keempat, melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian atau Polda dan pemda setempat untuk mengantisipasi terjadinya rush di SPBU setempat. 'Masyarakat tidak perlu khawatir karena Pertamina telah menyiapkan stok BBM yang cukup,' katanya. Untuk jenis premium, stoknya tercatat 931.933 kilo liter (KL) dengan ketahanan 18,9 hari. Sedangkan BBM kerosin (minyak tanah) stoknya 515.759 KL dengan ketahanan 23,8 hari. Stok solar mencapai 1.056.930 KL dengan ketahanan 14,5 hari dan elpiji stoknya 87.853 MT dengan ketahanan 15,1 hari. Dalam kesempatan sama, Dirut Pertamina Arie Soemarno membantah terjadinya kelangkaan BBM di beberapa daerah, terutama di Jawa Timur yang dikarenakan meningkatnya konsumsi BBM. Arie beranggapan, fenomena yang terjadi adalah antrean kendaraan bermotor di SPBU, sementara posisi stok BBM dalam keadaan normal. 'Ibaratnya, kalau Anda kenyang tapi tetap dipaksa memakan ya, muntah. Sementara kalau BBM itu langka, karena perut kita benar-benar kosong dan lapar. Jadi bensin di SPBU itu habis karena diserbu masyarakat yang membeli di luar batas kewajaran. Ini karena masyarakat panik atau sengaja menimbun baik untuk pribadi maupun jadi barang spekulasi,' ujar Ari mengilustrasikan. Ahmad kembali menjelaskan, tingginya harga BBM nasional saat ini yang diakibatkan tingginya harga produk BBM di pasar internasional. 'Kalau kita ikuti pergerakan harga crude dunia mencapai 127 dolar/ barel, maka sebagai gambaran MOPS gas oil atau minyak solar pada minggu pertama Januari 2008 sebesar 112,61 dolar AS/ barel dan MOPS gasoline ron 92 adalah 104,37 dolar AS/barel,' bebernya. Kenaikannya, sambung Ahmad, sedemikian tinggi. Dia mengatakan, dengan harga per 14 Mei 2008, MOPS dan Oli adalah 164,53 dolar AS/barel dan harga MOPS gasoline ron 92 sebesar 129,9 dolar AS/ barel.
Berita - Bisnis / www.balipost.co.id / Dimasukkan 188 hari 10 jam 19 menit lalu

Komentar Anda

Saat ini ada 0 komentar

Anda harus login atau register dulu sebelum pasang komentar

Pemilih

revspor