INFO TERBARU: Kirim saran dan kritik ke Blog Lintas Berita
1
Vote Up
Vote Down
Pembeli BBM Berjeriken Tetap Bisa Dilayani

Pembeli BBM Berjeriken Tetap Bisa Dilayani

Menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), tidak ada alasan bagi pemilik stasiun pompa bahan bakar umum (SPBU) untuk tidak menjual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kepada masyarakat dan pengusaha sektor usaha kecil yang datang ke SPBU dengan membawa jeriken. Mereka tetap bisa dilayani sepanjang ada verifikasi dari pejabat berwenang. “Kan sudah ada ketentuan bahwa Pertamina dapat menjual BBM bersubsidi untuk masyarakat usaha kecil,” kata Fitri Erika, Asisten Manajer Eksternal Relation PT Pertamina (Persero) Region I yang membawahi lima provinsi (Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, dan Kepulauan Riau) kepada Serambi di Medan, Jumat (16/5). Ketentuan yang dimaksud Fitri adalah Perpres Nomor 55 Tahun 2005 yang, antara lain, mengatur BBM bersubsidi bisa diperoleh masyarakat pedagang usaha kecil sebanyak 8 kiloliter atau 8.000 liter per bulan. “Atau batasan maksimal yang diperbolehkan berkisar antara 20 sampai 25 liter, dengan catatan BBM tersebut tak digunakan untuk industri,” ujar Fitri. Menurut Fitri, dalam perpres tersebut jelas disebutkan bahwa Pertamina melalui depo yang ditunjuk atau SPBU bisa melayani berbagai sektor, transportasi, dan usaha kecil. Sektor pelayanan umum juga bisa memperoleh BBM bersubsidi. Hanya saja, kata Fitri, sektor pelayanan umum seperti sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintah, dan sektor usaha kecil yang membeli BBM menggunakan jeriken ke berbagai SPBU, termasuk pedagang di sektor usaha kecil, haruslah bisa menunjukkan bahwa ia termasuk ke dalam sektor usaha kecil yang telah diverifikasi oleh instansi berwenang. Dalam hal ini adalah Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau minimal lurah/kepala desa yang menyatakan pedagang tersebut merupakan pengusaha kecil yang membutuhkan BBM bersubsidi. Untuk sektor pelayanan umum, mereka harus bisa menunjukkan bukti bahwa lembaga tersebut merupakan sektor pelayanan umum yang membutuhkan BBM. Verifikasinya minimal oleh lurah/kepala desa setempat. Fitri mengingatkan bahwa Pertamina tidak boleh mengeluarkan rekomendasi kepada seseorang maupun lembaga, ataupun kepada pengusaha kecil untuk bisa memperoleh BBM di depo maupun SPBU. Batas toleransi Selain itu, tegas Fitri, menjelang naiknya harga BBM, Pertamina hanya bisa memberi toleransi lonjakan permintaan BBM oleh depo atau SPBU sebesar 10% dari rata-rata penyaluran dalam enam bulan terakhir. Jika sudah melebihi angka tersebut, maka Pertamina akan melakukan pengecekan untuk membuktikan kebenarannya, apakah memang itu riil kebutuhan pasar atau karena sebab lain. “Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap membludaknya permintaan sebelum harga BBM subsidi naik,” ujarnya. Sejauh ini, kata Fitri, permintaan BBM ke Pertamina di wilayah Sumbagut masih normal. “Jikapun ada, kami hanya bisa menolerir kenaikan maksimal 10%. Selain itu, kami juga akan mengawasi pembelian BBM di SPBU, terutama yang membeli menggunakan jeriken. Langkah ini untuk mengantisipasi penggunaan BBM subsidi untuk industri atau kasus penumpukan BBM menjelang kenaikan harga,” tegas puteri Aceh itu. Stok BBM di Aceh saat ini, kata Fitri, tersedia premium sebanyak 5.400 kiloliter (kl), minyak tanah 7.800 kl, dan solar 13.900 kl. Suplay point Pertamina di Aceh, menurutnya, ada lima, yakni Depo Sabang, Krueng Raya, Lhokseumawe, Meulaboh, dan Simeulue. Masing-masing per harinya sudah cukup stoknya. “Kami juga punya depo yang memiliki kapasitas cukup untuk daerah bersangkutan,” tambahnya lagi. Dengan jumlah tersebut, persediaan Pertamina di Aceh aman hingga dua pekan ke depan. Tentunya dengan memperhitungkan suplai yang baru masuk dan akan masuk. Untuk premium baru masuk sebesar 800 kl, solar 1.300 kl yang diangkut kapal tanker Dasa Samudra menyuplai Depo Meulaboh, Selasa (13/5). Menurutnya, setelah kapal tanker Pancoral menyuplai premium 1.900 kl untuk Depo Lhokseumawe pada Rabu (14/5) lalu dan kapal tanker Katomas menyuplai 2.000 kl premium, dan 1.200 kl solar untuk Depo Krueng Raya tiga hari lalu, sehingga stok untuk Aceh aman dua pekan ke depan. Saat ditanya mengenai dampak kenaikan BBM sebelumnya, Fitri yang istri wartawan itu menyatakan tidak begitu berdampak pada peningkatan permintaan. Bahkan, katanya, permintaan untuk premium pada April lalu justru berkurang.
Berita - Bisnis / www.serambinews.com / Dimasukkan 237 hari 15 jam 47 menit lalu

Komentar Anda

Saat ini ada 0 komentar

Anda harus login atau register dulu sebelum pasang komentar

Pemilih

toomhdro
Kirim Media Anda