INFO TERBARU: Kirim saran dan kritik ke Blog Lintas Berita
1
Vote Up
Vote Down
Mahasiswa Gelar Pesta Seks

Mahasiswa Gelar Pesta Seks

ENAM pemuda, sebagian di antaranya mahasiswa, dan dua wanita diduga menggelar pesta seks dan ganja di sebuah rumah di Palmerah, Jakarta Barat. Saat polisi datang, kedua wanita itu kabur. Penggerebekan itu dilakukan oleh aparat Polsektro Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (13/2) petang. Rumah yang dijadikan ajang pesta terlarang ini terletak di Jalan U, RT 02/11 Kelurahan Palmerah, atau sekitar 100 meter dari Kampus Universitas Bina Nusantara (Ubinus) di Jalan H Syahdan. Di lokasi pesta, polisi menemukan 26 paket ganja, dua alat pengisap sabu-sabu, segulung aluminium foil, dan dua bungkusan kondom yang masih utuh. "Ditemukan juga bekas dua paket ganja. Sedangkan ganjanya sudah dibakar dan telah digunakan para pemuda ini. Selain menggelar pesta ganja mereka juga melakukan pesta seks," tutur Kanit Narkoba Polsektro Palmerah Iptu Suwenda, semalam. Suwenda menjelaskan ada enam pemuda yang ditangkap dalam penggerebekan itu. Mereka antara lain Anggi (24), yang mengaku lulusan Akademi Bina Sarana Informatika; Bobi (19), yang mengaku mahasiswa semester 3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mustopo; Putra (19), mengaku mahasiswa semester 3 Fakultas Teknik Informatika Universitas Bina Nusantara (Ubinus); dan Tomi (24) yang mengaku sarjana ekonomi dari Universitas Mercu Buana. Dua pemuda lainnya adalah Ahmad (20) dan Rico (20). Menurut Suwenda, dalam acara terlarang itu, Anggi bertindak sebagai tuan rumah. Pesta itu digelar di kamar Anggi yang terletak di lantai dua. Keenam pemuda itu juga mengaku bahwa kedua rekan wanita yang kabur adalah Dede (20) dan Olit (20). Ketika polisi datang, Dede dan Olit segera bersembunyi. Saat mendapat kesempatan, keduanya buru-buru pergi. Sementara itu, orangtua Anggi mengaku tidak tahu kegiatan yang dilakukan sang anak di kamarnya. "Saya sama sekali tidak tahu apa yang mereka lakukan selama ini. Saya tidak pernah nengok-nengok ke atas," kata Ny Barkah, ibu tiri Anggi. Wanita itu mengaku kaget ketika polisi datang ke rumahnya. "Saya benar-benar kaget ketika ada polisi yang datang. Saya tidak menduga ada pesta ganja di atas," imbuhnya. Resah Suwenda menjelaskan beberapa waktu lalu polisi dilapori warga setempat yang resah dengan keberadaan muda-mudi di rumah Anggi. "Kami mendapat informasi dari masyarakat tentang dugaan pesta narkoba di tempat itu. Setelah kami periksa tempat ini, ternyata dugaan itu memang cukup beralasan," tuturnya. Jamhuri, warga setempat, mengatakan warga sudah lama mencurigai para pemuda yang kerap berkumpul di tempat Anggi. "Kami sering melakukan pengintaian terhadap para pemuda itu. Lalu kami lapor ke polisi. Sekarang mereka baru kena batunya," kata pria anggota Citra Bhayangkara Polsektro Palmerah ini. Penggerebekan petang itu menarik perhatian ratusan warga Jalan U. Mereka pun berdiri di pinggir jalan untuk melihat para pemuda, yang sebagian berambut gimbal khas anak-anak rege, digiring ke kantor polisi. Sementara itu, keenam pemuda tersebut, tak ada yang mengakui sebagai pemilik ganja dan alat penghisap sabu-sabu. "Saya baru datang. Saya tidak tahu kalau ada narkoba di sana," kata Rico. Hal senada disampaikan Ahmad. "Kami memang tidak tahu. Saya, Rico, dan Tomi baru sekali itu datang ke tempat itu," katanya. Rico dan Ahmad adalah pemuda penganggur dan tinggal di Durikosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Bahkan, Putra mengatakan bahwa sore itu mereka berkumpul di kamar Anggi untuk membicarakan pembentukan grup musik yang beraliran reggae. "Sebagian dari kami baru saling kenal. Kami berencana membentuk sebuah band. Kami kumpul di sana untuk menunggu giliran latihan di studio musik yang ada di dekat rumah Anggi," katanya. Namun Putra mengakui membawa kedua kondom. Namun, polisi tidak sertamerta percaya pengakuan para pemuda tersebut. "Kami akan melakukan tes urine terhadap para pemuda ini," kata Suwenda. Polisi, katanya, juga akan memburu bandar besar pemasok narkoba di kalangan mahasiswa. "Kami juga akan memburu dua gadis yang melarikan diri itu," ujarnya. Manajer Hubungan Masyarakat Ubinus Haris Suhendra yang dihubungi semalam mengatakan, pihak Ubinus tidak bersedia memberikan komentar terkait penangkapan pelaku pesta seks dan ganja oleh Polsektro Palmerah sekalipun salah satu pemuda itu mengaku sebagai mahasiswa Ubinus. Haris mengatakan kejadian tersebut di luar Kampus Ubinus yang artinya di luar wewenang kampus.
Berita - Lokal / www.kompas.com / Dimasukkan 506 hari 10 jam 35 menit lalu

Komentar Anda

Saat ini ada 0 komentar

Anda harus login atau register dulu sebelum pasang komentar
Kirim Media Anda