Bumi Tanah Rencong menghunuskan pesonannya yang lain melalui sosok Cut Niken, gadis 18 tahun asal Lhokseumawe yang sedang bertarung di Gerbang Kontes Dangdut Indonesia (KDI) TPI. Dialah satu satunya peserta mewakili Aceh setelah menyisihkan 500 peserta dalam babak penyisihan di Banda Aceh dan Medan.
Pekan pekan ini adalah pekan yang menegangkan. Cut Niken harus tampil kembali pada 10 Mei nanti. Itu artinya, ia berhadapan dengan galaknya si tukang sayat Bertha, Rita Sugiarto, dan Feri Salim yang siap dengan pisau bedah menyanyat habis mental peserta.
Tapi Cut Niken adalah perempuan tabah dan percaya diri. Ia membulatkan tekad untuk lahir menjadi figur terbaik dalam kontes yang diikuti peserta dari 26 provinsi di Indonesia itu. Kalaupun kelak ia dihadapkan pada kemungkinan paling buruk dan harus tereliminasi, Cut Niken tak lagi memendam kecewa, mengingat ia telah mempertaruhkan segala kemampuannya.
Simak saja pernyataan Niken pada penampilan pada 28 April lalu. Tanpa sedikit pun memperlihatkan kegugupan dan kegentaran. Niken menyatakan tak masalah dengan segala kritik. Justru kritik itu adalah jalan bagi kesuksesan dirinya. Ketika itu, Bertha, guru vokal, menjadi komentator yang paling tajam menyoroti Niken secara teknis saat menyanyikan Perih , sebuah nomor yang sejatinya berisi kepedihan.
Tampil dengan busana muslimah yang modis. Dilengkapi sentuhan ornamen Aceh yang melingkar di bagian leher, Cut Niken malam itu bak seorang Tjoet Nja´ Dhien yang anggun tapi perkasa. Pesona kecantikannya memancar ke seantero Nusantara. Mengundang decak kagum. Bahwa Tanah Aceh adalah tanah yang penuh pesona, bukan saja alam dan budayanya, melainkan juga pesona para penghuninya. Juga para gadisnya yang jago menyanyi.
Berita - Selebriti / www.serambinews.com /
Dimasukkan 200 hari 5 jam 55 menit lalu