Badai tropis menghantam kota utama Myanmar, Yangon, Sabtu, memporak-porandakan atap atap, menumbangkan pohon pohon dan tiang listrik dan memaksa pihak militer menutup bandara.
Pasokan listrik terhenti di salah satu dari negara negara termiskin Asia itu setelah Badai Nargis, yang berkecepatan angin sampai 120 km per jam, menghantam bekas ibukota itu Jumat petang.
Tidak ada laporan laporan mengenai korban, kendatipun para pejabat meteorologi di negara yang dulu bernama Burma itu mengatakan badai itu dapat menimbulkan gelombang sampai setinggi 3,5 meter di daerah daerah pantai. Stasiun televisi pemerintah MRTV dan Radio Kota Yangon tidak mengudara.
Bus bus dan kereta api tidak beroperasi karena banjir di daerah daerah permukiman kota itu, yang terletak di daerah banjir sungai Irawaddy. Para pejabat cuaca mengatakan badai Nargis diperkirakan akan bergerak ke timur laut dari Yangon dan memasuki Thailand utara dalam 24 jam.
Berita - Dunia / www.serambinews.com /
Dimasukkan 200 hari 2 jam 54 menit lalu