Helikopter Dari Masa Ke Masa
Obsesi manusia untuk bisa terbang dengan wahana terbang vertikal, yangpaling kuno diawali adanya “mainan” China yang disebut “Chinese tops” sekitar 400
Sebelum Masehi. Mainan tersebut terbuat dari bulu yang diikat pada ujung tongkat.
Jika tongkat diputar dengan kedua telapak tangan pada posisi ke atas, maka akan
menghasilkan gaya angkat, sehingga jika tongkat berbulu tersebut dilepas akan
terbang secara vertikal.
Lebih dari 2000 tahun kemudian yaitu sekitar tahun 1483, seorang warga negara
Rusia bernama Mikhail Lomonosov mengembangkan mainan model Chinese tops
dengan sumbu rotor ganda. Perbedaannya terletak pada tenaga pemutarnya, yaitu
tenaga telapak tangan digantikan dengan gulungan pegas yang ditegangkan. Karena
energi yang dilepaskan dari gulungan pegas yang tertegang cukup besar, maka mainan
ini dapat terbang mencapai ketinggian lumayan.
Seorang peneliti ilmu alam berkewarganeraan Perancis bernama Launoy
dengan asistennya seorang mekanik bernama Bienvenu, menggunakan poros ganda
untuk memutar poros yang ujungnya diikat dua set bulu kalkun yang berputar saling
berlawanan arah. Percobaan model-model tersebut semakin menggairahkan kegiatan
penelitian penciptaan wahana terba ng vertikal.
Leonardo da Vinci yang lahir 15 April 1452, ternyata selain sebagai pelukis
brilian juga seorang penggagas penciptaan wahana terbang vertikal yang
mengagumkan. Meskipun gagasannya baru dituangkan dalam bentuk sketsa di
kanvas, namun idenya sangat mengihami bagi pengembangan penciptaan wahana terbang vertikal. Dalam sketsa yang dibuat Leonardo da Vinci menggambarkan
sebuah wahana pengangkut manusia terbang vertikal, yang disebut “aerial screw”
(sekrup udara) atau “air gyroscope” yang dibuat pa da tahun 1483. Wahana tersebut
digambarkan sebagai permukaan dengan alur miring seperti permukaan geratan pada
sekrup, dan agar menghasilkan permukaan yang halus, rata dan kedap udara, maka
permukaan dilapis kain.
Komentar Anda
Saat ini ada 41 komentar



135 hari 12 jam 45 menit lalu