MENGKRITISI HASIL SURVEI LEMBAGA SURVEI INDONESIA (LSI) TENTANG RASIONALITAS PEMILIH
Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis laporan survei yang memeringkatkan parpol dan tokoh politik yang difavoritkan. Pemeringkatan ini terkait dengan hasil survei yang dilakukan pada bulan Desember 2008 lalu. Ada banyak sekali kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan dalam survei LSI. Salah satunya adalah penjelasan mengenai rasionalitas pemilih yang dihubungkan dengan popularitas partai dan tokoh politik. LSI juga masih melakukan kesalahan yang pernah dilakukan pada survei sebelunnya, yaitu mengenai teknik pengambilan sampel (sampling). Kesalahan yang paling fatal dilakukan oleh LSI adalah tidak menjelaskan bagaimana mekanisme variabel-variabel yang berkaitan dengan rasionalitas pemilih. Disamping itu, pihak LSI langsung menarik kesimpulan yang masih meragukan tadi untuk membentuk pemeringkatan partai ataupun tokoh politik. Tulisan di sini akan menjelaskan beberapa kesalahan penting yang dilakukan oleh LSI dengan menggunakan pedoman ilmu statistik baku. Tulisan ini sebagai sanggahan atas pernyataan dari Pengamat Politik LIPI, Lili Romli yang mendukung hasil survei LSI (Detikcom, 5 Januari 2009)Komentar Anda
Saat ini ada 4 komentar





178 hari 4 jam 18 menit lalu