Ryan Selesaikan Biografi Tulisan Tangan 190 Halaman
RYAN mengakui, tak ada orang yang sedekat Noval Andreas di dalam hatinya. Kepada sang pacar yang pegawai imigrasi di Depok, Jawa Barat, itulah, dia selama ini sering curhat. ”Saya memang butuh curhat. Karena sering terpisah dengan Novel (panggilan akrab Noval Andreas), saya akhirnya menulis (curhat) di buku diary,” kata Ryan. Agar bisa menulis di tahanan, ujar Ryan, dirinya minta tolong petugas untuk dibelikan sejumlah barang. Misalnya, buku teknik menulis biografi, buku diary, dan sebuah pulpen. Permintaan itu dipenuhi petugas. ”Barang-barang itu saya terima pada hari yang sama setelah saya minta,” katanya.Komentar Anda
Saat ini ada 28 komentar



106 hari 4 menit lalu