Disubmit :
59 hari 23 jam 27 menit lalu
Menjadi Terpilih : 59 hari 7 jam 37 menit lalu
Liat profil
Apa yang menyesakkan dada ketika anak-anak muda tewas? Seolah-olah kita melihat film yang terpotong, atau adegan drama yang tak selesai. Dan hari ini kita mendengar, bahwa Pungkas Tri Baruno meninggal dunia seusai menancapkan bendera merah putih di puncak gunung tertinggi Amerika Utara, Mount McKinley, kemarin, Selasa 8 Juli. Itu bendera merah putih pertama yang berkibat disana. Dan ia baru semester satu, baru 20 tahun.
kontribusi dari
putra_uki
Komentar
Begitu mulianya hati orang ini,walaupun keadaan negaranya yang amburadul tapi dia tetep sayang ma negaranya ini
terlepas dari kenyataan bahwa persiapannya sangat minim kita harus menghargai niatnya yang ingin mengharunkan nama bangsa indonesia
impian apa yang laebih indah dari seorang pendaki selain mati di atas gunung
idealnya seorang pemuda memang harus bersikap seperti itu,berani,jujur,tanggung jawab dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi
tanpa pengetahuan dan persiapan yang maksimal pergi ke gunung berslju sama dengan bunuh diri,okelah kita sepakat harus menghargai rasa nasionalismenya,tapi apa artinya rasa nasionalisme bila tanpa persiapan yang matang
jangan samakan pungkas dengan norman edwin dan didik syamsu,sebab mereka adalah pendaki profesioanal MAPALA UI yang sering melakukan di puncak-puncak bersalju di seluruh dunia
hanya karena kurang pengalaman apa lantas kita mengecilkan arti perjuangan dan pengorbanan dia,jangan lupa bung saat ini hanya sedikit pemuda yang berani dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi seperti dia
pungkas tidak berhasil memungkaskan perjalanannya,dia harus berhenti di tengan jalan,selamat tinggal kawan,namamu akan selalu kami kenang
perjuangan memang butuh pengorbanan,semoga pengorbanan yang dilakukan pungkas tidak sia-sia dan bisa membangkitkan spirit pemuda indonesia lainnya
dia adalah pemuda yang hebat,dia rela mengorbankan segalanya demi nama baik indonesia,sesuatu hal yang saat ini mulai langkah dalam sikap pemuda indonesia
mati satu tumbuh seribu,jangan apa yang terjadi pada pungkas membuat kita menjadi patah semangat
olahraga hiking adalah salah satu olahraga yang berbahaya,tanpa persiapan yang cukup kita jangan pernah untuk mencobanya
mereka yang mati muda adalah manusia yang abadi,karena selamanya dia akan dikenang dengan kondisi fisik dan wajah seperti itu
mati muda di atas gunung terkenal demi menancapkan sang dwi warna,wah...bisa jadi sebuah kisah heroik yang yang romantis
Kejadian ini sangat memprihatinkan karena misi menancapkan bendera berhasil namun yang menancapkan malah meninggal.Turut berbela sungkawa
Ini lah pahlawan sebenernya indonesia,dia berkorban demi sang bendera negaranya berkibar dan juga menghormati negaranya walau negaranya sedang mengalami politik yang sangat besar
ini bisa jadi pelajaran bagi kita semua,agar lebih hati-hati dan penuh pesiapan bila ingin melakukan kegiatan yang sangat beresiko
hanya untuk menancapkan bendera saja hingga mengorbankan 1 nyawa,apa itu bukan sesuatu yang sia-sia
rasa nasionalisme seperti ini jangan dipandang dengan skeptis,sedikit pemuda yang punya kepedulian pada bangsanya,kita hanya bisa protes menghujat tanpa melakukan apa-apa
semoga tragedi yang dialami oleh pungkas justru bisa membangkitkan lagi rasa nasionalisme kita yang sudah mulai luntur
Ini baru pemuda yang sangat sayang kepada bangsanya,walaupun pemimpinnya amburadul ga jelas dan korupsi tapi dia nekat mengibarkan bendera di puncak gunung
Kasihan yah Pungkas.dari info terakhir jenazahnya masih belum bisa dievakuasi karena cuaca buruk trus medannya juga susah.Feel sorry for him
selamat jalan kawan.....kami akan selalu mengenangmu.....perjuanganmu patut di jadikan teladan para pemuda-pemuda di tanah air.
Anak-anak muda memang penuh semangat, pengen mencoba yang baru, ingin menjajal batas keberanian dan stamina sendiri, menyerempet-nyerempet bahaya, yang seringkali membahayakan kesehatan bahkan nyawa sendiri, juga lingkungan dan orang-orang di sekitarnya.
Yang perlu dicatat ke depan adalah persiapan kalau kita hendak mendaki gunung. Bagaimanapun, itu bukan lingkungan yang setiap hari kita arungi dan tidak ada halte di setiap perempatan.
Bila Pungkas tidak berhasil menancapkan bendera, ia tetap menyalakan pertanda: bahwa batas kemampuan manusia adalah ketika ia menghadapi rintangan, bukan menghindarinya.Mungkin itu adalah kata-kata terbaik u ntuk Pungkas