Peringatan 10 Tahun SOLOPOS ”Profesionalisme, modal untuk tetap eksis”
tulah sepenggal kalimat yang ditulis oleh penulis asal Amerika Serikat, Mark Twain. Memasuki usia 10 tahun SOLOPOS, setidaknya kalimat Mark Twain, menjadi harapan bagi SOLOPOS untuk terus berkarya setidaknya di wilayah Soloraya. Harapan ini pula yang terungkap dalam acara Tasyakuran dan Buka Bersama Peringatan 10 tahun SOLOPOS, di halaman Griya Solopos, Rabu (19/9).Kegiatan tersebut selain dihadiri sekitar 200-an karyawan PT Aksara Solopos, juga dihadiri Presiden Komisaris Prof H Sukamdani S Gitosardjono didampingi isteri yang juga Komisaris PT Aksara Solopos Hj Juliah Sukamdani, Wakil Pemimpin Umum yang juga Presiden Direktur Danie H Soe’oed, Direktur Keuangan Lulu Terianto, Direktur Umum dan Pemasaran Bambang Natur R, Pemimpin Redaksi Mulyanto Utomo, Wakil Pemimpin Redaksi yang juga Ketua Peringatan HUT Ke-10 SOLOPOS, Wahyu Susilo.
Dalam kegiatan itu juga dilakukan peluncuran buku berjudul Solopos, Satu Dasawarsa Meningkatkan Dinamika Masyarakat. Ada suasana lain manakala tasyakuran kali ini dilaksanakan bersamaan dengan datangnya Bulan Ramadan. Sajian rampak hadrah dan tausiyah yang disampaikan H Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf menambah kental suasana buka puasa bersama tersebut.
Satu persatu salawat bagi Nabi Muhammad SAW dibawakan jemaah Sholawat Asbhabul Mustofa.
Dalam sambutannya Sukamdani menyatakan keberadaan SOLOPOS saat ini, tak bisa lepas dari kebersamaan dan kesatuan.
Dia juga berpesan agar senantiasa menjaga tali silaturahmi dengan siapa saja. ”Tanpa hubungan yang baik, bagaimana mungkin SOLOPOS mampu berdiri dan bertahan sampai saat ini,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Danie H Soe’oed. Dalam sambutannya Danie menekankan arti penting profesionalisme. Danie berpendapat media atau bentuk usaha apapun hanya akan berumur pendek atau lebih tragis akan tersingkir satu persatu, jika tidak menggenggam kukuh semangat profesionalisme.
”Ini adalah langkah awal untuk melanjutkan perjalanan yang masih panjang. Di depan kita akan terus bermunculan pesaing-pesaing baru. Saya yakin perusahaan ini akan terus eksis jika kita pegang teguh profesionalisme,” tegas Danie.
Mulyanto mengatakan usia 10 tahun belum bisa dijadikan tolok ukur kemajuan usaha media, karena masih banyak tantangan yang harus dihadapi.
“Namun paling tidak di usia itu kami telah mampu mewarnai masyarakat Soloraya,” papar Mulyanto.
Dia juga mengingatkan kembali kepada jajaran karyawan SOLOPOS agar tetap menjaga amanah yang telah dititipkan para penggagas koran SOLOPOS 10 tahun lalu, yakni menjadi media yang bisa untuk pedoman informasi serta mampu meningkatkan dinamika masyarakat.
Senada disampaikan, H Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf yang memberikan untaian hikmah tentang pentingnya kesatuan dan persatuan dalam menjalankan usaha. Dengan membawakan sebuah analog kerja sama antara si buta dan si lumpuh, pesan-pesan persatuan dan kesatuan dari Pendiri Forum Silaturahmi Minggu Legi Pasar Kliwon (Fosmil) itu pun mampu dicerna dengan mudah. ”Namun yang membuat hancur (sebuah usaha-red) ketika di antara mereka timbul penyakit iri hati dan niat jahat,” papar Habib.
Kini, lanjut Habib Syekh SOLOPOS dihadapkan pada tantangan untuk tetap menjadi penerang masyarakat. - Aries Susanto





