Kota-Kota Sombong di Indonesia yang Mengusir Rakyatnya
Jakarta, kalau pulang mudik membawa saudaranya mukamu seperti tukul enggak usah ke jakarta ada perda yustisi siap menanti. “Operasi yustisi akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sepanjang tahun 2008. Bukan hanya pendatang tanpa identitas yang akan terkena sanksi, yang memberikan tempat tinggal tapi tidak melapor juga akan diberi saKomentar Anda
Saat ini ada 60 komentar
setiap orang kan berhak mendapatkan kesempatan untuk mencari pekerjaan yang layak
gak bisa dong seenaknya sendiri kota-kota besar memilah-milah warga negara
kita ini satu bangsa bung
tapi ada benarnya juga dengan model pendataan seperti itu
selain untuk mengurangi konsentrasi pergerakan ekonomi hanya di kota2 besar juga untuk mengurangi kesenjangan sosial yang ditimbulkan akibat menumpuknya rakyat di perkotaan
sejak adanya tragedi bom bali di tahun 2002,pemprov bali memnag lebih ketat dalam menyeleksi warga yang masuk
hal ini wajar saja karena sebagai ikon pariwisata kelas dunia kenyamanan dan keamanan sangat dibutuhkan di pulau bali
jika kita memiliki pendidikan dan ketrampilan yang mumpuni buat apa kita pergi ke kota2 besar,mengapa tidak kita gunakan kemampuan itu untuk membangun daerah kita sendiri
biar saja bli memerdekakan diri,ngapai kita pusing-pusing memikirkannya
seenaknya mereka membuat peraturan sendiri
pemerintah pusat harus tegas dong,jika dibiarkan saja maka bali akan semakin sombong
pemda tidak salah memberlakuakn semua ini, hanya satu tujuan yang hendak dicapai yaitu sepaya semuanya terkendali dengan aman dan nyaman.
jangan sampai gara-gara masalah seperti ini bisa menimbulkan disintegrasi bangsa
kita ikuti sajalah aturan yang berlaku,toh juga gak ada ruginya buat kita
sebuah pilihan yang sulit memang tapi bagaimana lagi, namanya juga mengadu nasib.
jika semua maunya memenag seperti itu,lebih baik kita hapuskan saja istilah WNI dan kita ganti dengan WPJ (warga propinsi Jakarta),WPB (warga propinsi Bali) dll
pertumbuhan yang kurang merata menjadikan beberapa warga daerah berbondong - bondong datang ke kota - kota besar yang berpotensi bagus untuk mengais rejeki.
terlalu berlebihan kalau kita menyebutnya sebagai bentuk pengusiran, tapi pembatasan.
kalo dipikir-pikir kita ini seperti hewan ternak di peternakan modern ya
dipilih-pilih,dikasih identitas dan hanya diperbolehkan untuk masuk ke kandang tertentu saja
selamat datang di indonesia,dimana batasan antar wilayah sekarang tak jauh bedanya dengan batasan antar negara
kondisi jakarta yang semerawut akan semakin parah apabila tidak ada tindakan atas jumlah pendatang yang terus berdatangan setiap waktu.
ayo bang foks sekarang saatnya anda buktikan janji anda dulu yang sempat terlontarkan pada waktu kampanye dulu.
mengoptimalkan potensi yang dimiliki daerah mungkin saat ini itu solusi yang paling naik.
tidak heran kalau batam memberlakukan peraturan ketat, pasalnya disana sedang mengalami pertumbuhan yang cukup pesat.
sekalian aja kota-kota itu dikasih pagar dan pintu seperti gedung bioskop
dimana orang yang ingin masuk dan menikmatinya harus membeli tiket yang dikenal dengan nama KTP
Salam untuk semua yang memberikan komentar dan membaca tulisan ini, kaget aja koq jadi rame ya............. ya ini hasil dari pengalaman sendiri sewaktu beberapa kali ke Bali baca dan lihat di media cetak dan media audio visual kalau di Batam melihat dengan mata kepala sendiri, di ketapang - gilimanuk dengan keluhan mereka, rakyat kecil yang enggak bisa buat apa-apa
Semua yang terusir dan diusir atau apalah namanya yang jelas kurang diterima keberadaannya itu hampir semuanya ingin merobah nasip, karena di tempat yang lama ya seperti itulah.
Dan hampir yakin mereka-mereka itu pun enggak sempat baca blog ini dan mungkin juga enggak pandai megang tombol komputer.
Kalau ada yang tersinggung memang sengaja untuk menyinggung, maaf kan kami
ehm, artikel yang sangat bagus, memang banyak pemerintah kita yang tidak memiliki keberpihakan kepada rakyat...



57 hari 17 jam 58 menit lalu