Hapus Kolom Agama di KTP!
Banyak korban berguguran di Poso karena penyalahgunaan kolom agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP) oleh kelompok yang bertikai. Identitas agama tersebut menjadi "senjata" untuk saling membunuh atas nama kepercayaan. Lebanon menghapuskan kolom agama di KTP paska perang saudara selama 16 tahun. Saat ini hanya ada 2 negara yang keukeuh mencantumkan kolom agama di ID Card. Salah satunya Indonesia.Komentar Anda
Saat ini ada 34 komentar
Jangan cuma label agama, pembedaan khusus pada penomoran KTP berdasarkan keturunan atau bukan itu juga harus dihapuskan jika memang mau menghilangkan masalah SARA.
Tapi saya pesimis ini bisa terjadi, krn sumber pendapatan PNS kan salah satunya dari hasil uang suap pembuatan KTP.
kadang kolom agama di KTP hanya sebagai statistik saja untuk menentukan agama mana yang paling mayoritas. Kalaupun agama tertentu 80% penganutnya di Indonesia. Lantas apa? Apakah hal tersebut bisa mengurangi angka kemiskinan di negara ini? Apakah bisa mengurangi peperangan di negara ini?
Saat kita berteman dengan seseorang tanpa bertanya asal usulnya, kita bisa berteman dengan baik. Tapi coba, kalau Anda melihat KTP teman tersebut ternyata berbeda keyakinan dengan kita. Pasti pikiran Anda langsung otomatis menghindari orang tersebut. Pikiran kita sudah terprogram oleh lingkungan sehingga bereaksi sedemikian rupa. Inilah hasil cuci otak selama ini. Dan inilah yang banyak terjadi di Indonesia. Dan ini disangkal oleh para tokoh-tokoh agama, karena mereka tidak mau disalahkan atas apa yang terjadi di negara ini. Mereka hanya melaporkan yang baik-baik saja, tidak terjadi apa-apa.
Kalau kolom agama di KTP dihapus, kita tidak akan melihat lagi perbedaan tersebut. Energi kita akan lebih fokus pada pengentasan kemiskinan, bukan lagi mengurusi masalah rendahan seperti kamu agamanya apa, kamu sukunya apa. Kenapa kita hanya melihat perbedaan saja, kenapa kita tidak fokus dan bekerja bersama-sama untuk membangun negara Indonesia menjadi lebih baik.
Penghapusan kolom agama di KTP akan memberi kesadaran kepada masyarakat bahwa agama merupakan wilayah individu, bukan wilayah negara. Yang penting aplikasi dari ajaran agama tersebut, bukan identitas. Bila kita semua bisa hidup damai dan saling mencintai tanpa membeda-bedakan. Itulah keberhasilan ajaran agama. Itulah hasil dari agama, yaitu Cinta Kasih.
agama dari dulu memang sudah menjadi arena konflik di dunia ini, tapi kita juga harus ingat di setiap perjalanan umat manusia selalu ada tempat-tempat untuk sembahyang.di setiap agama tidak pernah di ajarkan kekerasan dalam bentuk apapun.faktor manusialah yang selalu membenarkan kekerasan dengan dalih agama.yang selalu salah itu hanya manusia jadi pemikiran masyarakat kita perlu di perbaharui.juga faktor pendukung agar tidak sering terjadi konflik(ekonomi).
Identitas memang penting tetapi kalau banyak negatifnya lebih baik dihilangkan. Jika tempat ibadah juga bisa membikin konflik, maka lebih baik tidak mendirikan tempat ibadah. Sebagai gantinya, lebih baik mendirikan “Tempat Pendidikan Budi Pekerti Umum”, sehingga semua orang (masyarakat umum) bisa ikut serta berkontribusi dalam membangun keluhuran budi pekerti
sayang bgt kalo ada manusia yg berpikiran sperti itu. udeh biarin aja napa, toh itu hanya sbagai identitas, emang untuk first sight yg dilihat itu apa yg terlihat saat itu, orang ga akan nyangka stelah itu, bisa jadi dia bertolak belakang dengan identitasnya, atau malah lebih sesuai dengan identitasnya.
knapa ya gue kok pengen bgt idup tanpa harus bikin lawan idup gue itu ngrasa sakit, soalna kita kalo disakitin orang laen pun pasti akan ga suka.
bgitupula tentang pentiadaan kolom agama di ktp ini, jelas² ktp salah satu identitas idup si manusia di indonesia ini, knp juga di tidak bolehkan pencantuman agama disitu.
tapi namanya juga negara demokrasi, smuanya kembali dengan keputusan si demokrasi itu sendiri.
sebetulnya gak ada maslah jika ada kolom agama di KTP
menghapusnya juga gak membuat negeri ini semakin aman
masih banyak simbol2 agama yang lebih radikal dari sekedar KTP,misalnya melalui ormas2 keagamaan yang berbau radikal
jangan sampai hal2 sepele seperti ini justru mengaburkan inti dari permasalahan yang ada
Ironis memang di alam kemerdekaan seperti sekarang ini, malah penjajahan (pelecehan) kepercayaan masih sangat kental... Kenapa yah, katanya kita penghayat ajaran agama kok malah takut dengan adanya perpedaan dalam menghayati kehakikian Nya padahal perbedaan adalah salah satu bukti Ke Maha Besaran Nya...



52 hari 22 jam 53 menit lalu