Cepat Saji, Cepat Mati
“Jangan makan makanan cepat saji (fast food), bisa sakit, kanker, mematikan”. Nasehat lainnya, “minuman bersoda itu bisa bikin ususmu bolong”. Menanggapi nasehat tersebut, biasanya saya jawab dengan gaya ngeyel, ndableg dan ngeselin. “lha kalo usus saya ndak ada bolongannya makanan yang saya makan mau lewat mana?” Masih ada nasehat lain, “kamu itu, makan kok mie instant, sakit lho nanti.” Sampeyan ya mestinya pernah dengar nasehat begitu, ada yang disampaikan secara lisan atau melalui tulisan. Dalam kasus saya, itu yang menasehati secara lisan kadang lantas menghabiskan makanan yang ndak jadi saya makan itu. “Sekali-sekali, ndak apa-apa”, begitu katanya sembari dia sibuk mengunyah. Saya toh hanya bisa memaki “Sompret!!!” Nasehat-nasehat begitu, boleh jadi ada benarnya. Film dokumenter, Super Size Me, yang ditulis dan disutradarai oleh Morgan Spurlock yang sekaligus bertindak selaku pelakon utama, memaparkan betapa produk makanan cepat saji tertentu telah membuatnya sakit. Lha bagaimana ndak sakit, wong saban hari, tiga kali sehari, dia hanya makan dan minum apa-apa yang tersaji di tempat makan cepat saji itu. “Dasar orang sakit!!”, begitu komentar saya. Walaupun akhirnya, saya toh menghindar makan di tempat tersebut setelahnya.Komentar Anda
Saat ini ada 32 komentar





475 hari 17 jam 57 menit lalu