INFO TERBARU: Kirim saran dan kritik ke Blog Lintas Berita
10
Vote Up
Vote Down
Abu Bakar Ba’asyir Rajin Olahraga, Zikir dan Baca Kitab

Abu Bakar Ba’asyir Rajin Olahraga, Zikir dan Baca Kitab

Abu Bakar Ba’asyir. Nama ustadz ini begitu terkenal di Indonesia. Sosok yang teguh menimba dan mengajarkan ilmu agama. Dalam kesehariannya, Ustadz Abu –panggilan Ba’asyir- tak lepas dari zikir dan membaca kitab setiap hari.

Ustadz Abu biasa melakukan zikir seusai salat Subuh hingga matahari menjulang ke angkasa. Dia bercerita, setiap harinya biasa bangun pagi sekira pukul 03.00 WIB untuk menunaikan salat subuh berjamaah dengan para santrinya di Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Jawa Timur.

Ritual pagi Ustadz Abu biasanya diakhiri dengan berolahraga ringan. “Olahraga saya, ya hanya jalan-jalan di dalam rumah. Waktu mendekam di lembaga pemasyarakatan (lapas), saya biasanya jalan-jalan keliling lapangan,” imbuhnya.

Pria kelahiran 17 Agustus 1938 ini mengaku, sering menghabiskan waktu dengan membaca buku maupun kitab, jika sedang tidak mempunyai kesibukan berceramah.

Perjalanan hidup Ustadz Abu tidak semulus yang dibayangkan orang. Sejak muda, pria kelahiran Desa Pekunden, Mojoagung, Jombang, Jawa Timur, itu memang giat berdakwah.

Ketika menimba ilmu di Fakultas Dakwah Universitas Islam Al-Irsyad, Solo, dia tercatat sebagai sekretaris Pemuda Al-Irsyad, ketua Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam, sampai aktivis Himpunan Mahasiswa Islam.

Kini, seluruh pusat kegiatan berpangkal di Pesantren Al-Mukmin. Boleh dibilang, Al-Mukmin adalah “tanah air” bagi ustadz Abu. Dia mendirikan perguruan itu pada 10 Maret 1972, bersama Abdullah Sungkar, Yoyo Rosywadi, dan Abdullah Baraja.

Awalnya, Al-Mukmin hanyalah pengajian biasa di lingkungan Masjid Agung Surakarta. Lantaran santrinya membeludak, komunitas pengajian itu kemudian dikembangkan menjadi sebuah pesantren.

Langkah Ba’asyir terhenti pada 1983, yakni ketika dia bersama Abdullah Sungkar ditangkap dan dijebloskan ke penjara karena dituduh menghasut orang agar menolak asas tunggal Pancasila. Sepanjang empat tahun dia “pelesir” dari satu penjara ke penjara lainnya.

Tidak hanya itu, dia juga melarang santrinya melakukan hormat bendera karena menurutnya itu perbuatan syirik dan dianggap merupakan bagian dari gerakan Hispran (Haji Ismail Pranoto)--salah satu tokoh Darul Islam/Tentara Islam Indonesia Jawa Tengah. Di pengadilan, keduanya divonis sembilan tahun penjara.

Pada 11 Februari 1985, saat perkara itu masuk kasasi, Ba'asyir dan Sungkar dikenai tahanan rumah. Ketika itulah Ba'asyir dan Abdullah Sungkar nekat melarikan diri ke Malaysia.

Dari Solo mereka menyeberang ke Malaysia melalui Medan. Menurut pemerintah Amerika Serikat (AS), di Malaysia Ba'asyir diduga membentuk gerakan Islam radikal, Jamaah Islamiyah, yang menjalin hubungan dengan Al-Qaeda.

Namun, sekira 1985-1999, Ustadz Abu membantah aktivitas tersebut. Dia bertutur, selama berada di Singapura dan Malaysia hanya menyampaikan Islam kepada masyarakat berdasarkan Al Quran dan Hadits yang dilakukan sebulan sekali dalam sebuah forum. Itu pun hanya beberapa jam saja.

Dalam berbagai kesempatan, Ustadz Abu membantah dirinya membentuk organisasi atau gerakan Islam apapun. Namun, pemerintah AS memasukkan nama Ba'asyir sebagai salah satu teroris karena gerakan Islam yang dibentuknya, Jamaah Islamiyah.

Pada 1999, sekembalinya dari Malaysia, Ba'asyir langsung terlibat dalam pengorganisasian Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang merupakan salah satu organisasi Islam baru yang dinilai berbagai pihak bergaris keras. Anggapan itu muncul karena organisasi itu bertekad menegakkan Syariah Islam di Indonesia.

Ba’asyir lalu muncul sebagai sosok paradoksal dalam peta politik Indonesia. Sejak sekira lima tahun belakangan, namanya selalu dihubung-hubungkan dengan serentetan peristiwa pengeboman di Tanah Air. Dia dicap sebagai lokomotif Jamaah Islamiyah, sebuah organisasi yang dituding sebagai sarang teroris. Dia ditangkap terkait peristiwa Bom Bali pada Oktober 2002. Kendati tudingan sebagai pelaku teroris tidak terbukti, Ba’asyir tetap dipenjara. (kem/ diolah dari berbagai sumber)
Berita - Lokal / www.okezone.com / Dimasukkan 442 hari 6 jam 27 menit lalu

Komentar Anda

Saat ini ada 0 komentar

Anda harus login atau register dulu sebelum pasang komentar