7 Hari Sebelum dan Setelah Lebaran, Tarif Bus Naik 65%, Pesawat 122%
Tak hanya kereta api (KA) yang menaikkan tarif menjelang Lebaran tahun ini. Tarif bus antarkota juga bakal dinaikkan hingga 65 persen. Jika pada kondisi normal, tarif batas bawah (atau tarif terendah) untuk bus ekonomi sebesar Rp 90/km/orang, maka selama musim Lebaran diberlakukan tarif batas atas (atau patokan tarif tertinggi) sebesar Rp 147/km/orang. “Tadi pagi (Kamis pagi, red) sempat saya katakan dalam jumpa pers bahwa tarif atas bus ekonomi Rp 135/km per orang. Maaf saya keliru, yang benar tarif batas atas untuk bus ekonomi adalah Rp 147/km per orang,” kata Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jatim HB Mustafa, saat dihubungi Surya, Kamis (4/9) malam. Sedangkan kenaikan tarif untuk bus kelas eksekutif, lanjt Mustafa, diserahkan ke tiap-tiap operator. Namun kenaikannya diperkirakan tidak akan jauh beda dengan kenaikan tarif bus ekonomi yang mencapai 65 persen. Pemberlakuan tarif batas atas ini terhitung sejak 7 hari sebelum Lebaran (atau H-7) hingga 7 hari setelah Lebaran (H+7). Mustafa mengelak jika penerapan tarif batas atas dinamakan sebagai kenaikan tarif meski nyatanya penumpang harus membayar lebih. “Istilahnya bukan kenaikan harga atau tuslah. Kebijakan tuslah tak ada lagi saat ini. Yang berlaku adalah penerapan tarif batas bawah dan batas atas. Tarif batas bawah dipakai dalam kondisi normal. Sedangkan dalam kondisi puncak penumpang seperti Lebaran, yang diterapkan adalah tarif batas atas. Kita bermain di patokan batas bawah dan atas itu,” lanjut Mustafa usai mengikuti pembahasan Tarif Angkutan Lebaran di Jakarta bersama Dinas Perhubungan seluruh Indonesia, Kamis (4/9). Dinas Perhubungan Jatim sendiri untuk Lebaran tahun ini menyiapkan armada bus sebanyak 4.500 unit yang akan beroperasi di seluruh Jawa Timur. Rinciannya 3.000 unit armada bus AKDP (antarkota dalam provinsi) dan 1.500 unit armada AKAP (antarkota antarprovinsi). Selain itu juga akan digelar mudik gratis yang dipusatkan di beberapa titik dengan melibatkan 122 armada. Antara lain di PT SIER, Margomulyo, dan ITS. Wakil Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Yogy Hendryadi memprediksi lonjakan untuk penumpang angkutan jalan (bus) dan udara akan mulai terjadi pada H-7 hingga H+7. Untuk penumpang KA mulai terjadi pada H-10 hingga H+10, sedangkan lonjakan penumpang penyeberangan laut pada H-15 hingga H+15. Jumlah penumpang Lebaran di Jatim juga diprediksi akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2007, yakni dari 6,7 juta jiwa menjadi 7,04 juta jiwa. Sementara untuk penggunaan transportasi KA, lonjakan jumlah penumpang akan terjadi pada KA Eksekutif, khususnya jurusan Surabaya-Jakarta. Berdasarkan data yang dihimpun Surya dari Dinas Perhubungan Jatim, empat KA Eksekutif akan dipadati 58.800 penumpang/hari, sementara tiga KA Bisnis sekitar 19.600 penumpang/hari dan tiga KA ekonomi 32.480 penumpang/hari selama Lebaran. “Puncak arus mudik rata-rata akan terjadi pada H-3 Lebaran dan arus balik terjadi pada H+3 Lebaran. Khusus untuk puncak arus balik angkutan laut, bahkan akan terjadi hingga H+8,” lanjutnya. Untuk arus mudik dan arus arus balik, transportasi darat diprediksi akan mengalami kemacetan seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini mengingat terjadi peningkatan volume kendaraan roda dua maupun roda empat di jalan raya. Pada H-7 hingga H+7 Lebaran terjadi peningkatan volume kendaraan roda dua hingga 33,41 persen dan pada puncak arus mudik dan arus balik meningkat jadi 76 persen. Sedangkan peningkatan volume kendaraan roda empat lebih besar lagi. Pada H-7 hingga H+7 meningkat 44,6 persen dan pada puncak arus mudik dan arus balik menjadi 77,27 persen. Sejumlah jembatan timbang yang tersebar di beberapa titik di seluruh Jatim juga akan dipersiapkan menjadi rest area (kawasan peristirahatan). “Untuk moda transportasi udara kelas ekonomi akan diterapkan tarif batas atas Rp 778.000 dari tarif batas bawah pada kondisi normal Rp 351.000. Tarif ini sudah disepakati seluruh asosiasi penerbangan,” katanya. Kenaikan tarif angkutan udara kelas ekonomi ini mencapai 122 persen.ameKomentar Anda
Saat ini ada 42 komentar



89 hari 14 jam 11 menit lalu