Seorang kartunis Internet Belanda ditangkap dan kemudian dibebaskan pada awal pekan ini atas dugaan menerbitkan hasil kerjanya, yang melecehkan umat Islam dan orang kulit berwarna, kata polisi Amsterdam pada Jumat (16/5).
Jurubicara kepolisian mengatakan bahwa rumah kartunis itu diperiksa. Penangkapan dilakukan pada Rabu, namun dia dibebaskan sehari kemudian. Jurubicara itu tidak dapat memastikan apakah kartunis itu, yang menggunakan nama samaran Nekschot, bahasa Belanda untuk "tembakan di leher", akan dituntut.
Penangkapan itu menyusul penyelidikan oleh penuntut umum setelah Abdul Jabbar van de Ven, warga Belanda yang beralih memeluk Islam, melaporkan keluhannya tentang kartun Nekschot pada 2005.
Berita - Dunia / www.waspada.co.id /
Dimasukkan 236 hari 8 jam 34 menit lalu