INFO TERBARU: Kirim saran dan kritik ke Blog Lintas Berita
1
Vote Up
Vote Down
Pembelian BBM Dibatasi

Pembelian BBM Dibatasi

Direktur Utama Pertamina, Ari H Sumarno (kanan) bersama Direktur Pemasaran dan Niaga, Ahmad Faisal (kiri) pada jumpa pers di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (16/5). [JAKARTA] Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal mengatakan, untuk menghindari penimbunan dan kelangkaan BBM,. Pertamina akan membatasi pembelian BBM di SPBU berdasarkan volume rata-rata penjualan enam bulan terakhir. Pertamina juga melarang SPBU untuk menjual BBM dengan jerigen kecuali untuk usaha kecil yang telah mendapatkan izin dari instansi terkait. "Pembatasan penjualan BBM di SPBU itu kepada semua kendaraan bermotor dan sepeda motor khususnya di daerah yang rawan penyalahgunaan," kata Ahmad kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (16/5). Dikatakan, pembatasan penjualan BBM di SPBU berlaku sejak 15 Mei yang diatur dalam surat Pertamina No 501/F13100/2008 - S3. Aturan penjatahan BBM itu berlaku untuk region III yakni Jabodetabek dan Jawa Bagian Barat. Pembatasan pembelian yang berlaku adalah pembelian premium untuk kendaraan pribadi maksimum Rp 75.000, angkutan umum maksimum Rp 100.000, dan sepeda motor Rp 15.000. Sedangkan pembelian solar untuk kendaran pribadi maksimum Rp 75.000, angkot maksimum Rp 100, truk maksimum Rp 250.000, dan Bus antarkota maksimum Rp 250.000. "Pertamina telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian (polda) dan pemda setempat untuk mengantisipasi terjadinya rush di SPBU setempat," kata Ahmad Direktur Utama Pertamina Ari H Soemarno mengatakan, Pertamina menambah volume stok BBM sebesar lima persen untuk memenuhi lonjakan permintaan BBM prakenaikan BBM. Pertamina menjamin ketahanan stok BBM Nasional per 15 Mei 2008 selama 18-23 hari. Pertamina menyediakan stok 931.933 kiloliter dengan ketahanan 19 hari. Minyak tanah sebesar 515.759 kiloliter dengan ketahanan hingga 24 hari, solar tersedia 1.056.930 kiloliter selama 14,5 hari. Kemudian Elpiji dengan stok 87.853 untuk 15 hari. "Pertamina telah menyediakan stok BBM yang cukup guna memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terjadi kelangkaan," ujar Ari. Soemarno. Dia menyangkal terjadinya kelangkaan karena kebutuhan daerah tersedia. Dikatakannya yang terjadi saat ini adalah antrean membeli berlebihan sehingga SPBU-SPBU kehabisan stok. Sementara stok di daerah masih tersedia. Dia melanjutkan, suplai SPBU terbatas karena permintaan yang melonjak sementara Pertamina dibatasi kuotanya. Kuota Terbatas Pertamina, lanjut Soemarno, memiliki keterbatasan kuota yaitu 35,5 juta kiloliter dalam setahun sesuai dengan APBN-P 2008. Jumlah BBM bersubsidi yang dipasok Pertamina 17 juta kiloliter untuk Premium, 11 juta kilo liter untuk solar dan 7 juta kiloliter untuk minyak tanah. "Pertamina didesak untuk menjamin ketersediaan minyak di SPBU, padahal Pertamina memiliki keterbatasan kuota. Sedangkan pertamina tidak memiliki kewenangan untuk memberi melebihi kuota, volume BBM bersubsidi ditetapkan oleh pemerintah bersama-sama dengan DPR," ujarnya. Masalah lain yang dihadapi Pertamina adalah keterbatasan infrastruktur. Permintaan melonjak 10-20 persen Pertamina membutuhkan ketersediaan stok dan truk untuk mendistribusikan stok. "Masyarakat saat ini melakukan penimbunan BBM," ujarnya
Berita - Bisnis / www.suarapembaruan.com / Dimasukkan 234 hari 58 menit lalu

Komentar Anda

Saat ini ada 0 komentar

Anda harus login atau register dulu sebelum pasang komentar

Pemilih

yangee
Kirim Media Anda