Jakarta – Setelah sederet saham blue chip yang sempat anjlok berhasil rebound, IHSG pada perdagangan Kamis (24/4) ini diprediksi terus menguat. Investor pun bakal berburu saham-saham murah.
Head Research Kresna Securities Adrian Rusmana mengatakan, indeks hari ini akan berada di teritori positif seiring keyakinan investor untuk kembali mengkoleksi saham-saham murah.
Tingginya harga-harga komoditas masih mewarnai pasar dengan dipimpin harga minyak mentah dunia yang terus melambung hingga US$ 119 dan meningkatnya harga-harga pangan di pasar internasional.
“Indeks masih akan menguat karena tingginya harga komoditas seperti komoditas tambang dan perkebunan,” ujar Adrian kepada INILAH.COM di Jakarta, Rabu (23/4).
Andrian mengatakan, ekonomi domestik yang kondusif dan menguatnya sejumlah indeks di bursa regional akan memberi sentimen positif pada pergerakan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan).
“Indeks kemungkinan naik di kisaran 2.300-2.350,” kata Adrian. Saham-saham yang diperkirakan bagus dikoleksi adalah PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT Telkom Tbk (TLKM), PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO), dan PT Gas Negara Tbk (PGAS).
Pada perdagangan Rabu (23/4), IHSG ditutup rebound 25,200 poin (1,10%) ke posisi 2.314,3. Hal itu dipicu saham sektor pertambangan dan perkebunan. Indeks LQ45 naik 6 poin ke posisi 497,24 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) naik 7,74 poin ke posisi 431,36.
Frekuensi mencapai 59.645 kali. Transaksi mencapai Rp 4,5 triliun dengan volume 2,684 miliar saham. Tercatat 101 saham naik, 71 saham turun, dan 72 saham stagnan.
Saham teraktif yang diperdagangkan terdiri atas PT Bumi Recources (BUMI) naik Rp 350 menjadi Rp 6.850, INCO naik Rp 650 ke posisi Rp7.050, dan PGAS naik Rp 250 menjadi Rp 12.400.
Selain tiga saham energi dan tambang itu, saham-saham yang naik harga adalah PT Timah Tbk (TINS) naik Rp 2.450 ke posisi Rp 33.600, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp 1.500 ke posisi Rp 24.450, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp 500 ke posisi Rp 10.350.
Sementara saham yang turun adalah PT Indosat Tbk (ISAT) turun Rp 250 ke posisi Rp 6.150, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp 150 ke posisi Rp 8.700, dan P+T Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp 100 ke posisi Rp 6.550. [E1/I3]